MODEL LENGKAP DAN COCOK
Langkah
Menyusun Rancangan Proyek
· Rencanakan sebuah pekerjaan dengan
pertimbangan yang logis. Penyusunan sebuah skema yang efektif untuk sebuah
proyek mungkin terlihat sebagai sebuah pekerjaan yang berat. Pada prakteknya,
penyusunan skema proyek ini sebenarnya adalah sebuah prosedur yang sangat
penting.
· Siapkan sebuah daftar untuk
pemeriksaan hasil kerja. Meskipun masing-masing direktur mungkin mempunyai
pendekatan dan cara pemantauan proyek yang berbeda-beda, beberapa jenis
industri, perusahaan, dan bisnis biasanya menggunakan daftar pemeriksaan
sebagai landasan awal untuk menyusun rencana kerja bagi proyek mereka.
· Susunlah rencana secara rinci.
Penyusunan rencana proyek yang baik dapat dilakukan dengan menentukan apa saja
langkah-langkah yang harus dilakukan dan persyaratan-persyaratan yang harus
dipenuhi.
· Lakukanlah analisis risiko.
Rancangan sebuah proyek yang efisien membutuhkan sebuah analisis atas risiko
yang mungkin timbul. Setiap faktor risiko harus diperhitungkan/dianalisis
· Lakukanlah penyesuaian selama proyek
berjalan. Setelah rencana proyek disusun, lakukan peninjuauan dan penyesuaian
yang dibutuhkan sampai rencana ini dipastikan bisa terlaksana dan mencapai
hasil yang diinginkan.
· Siapkan sebuah jadwal kerja dalam
format yang jelas yang mampu memberikan target waktu dari seluruh pekerjaan.
· Buatlah kesepakatan terlebih dahulu
· Lakukan pemeriksaan ulang atas
finalisasi rencana proyek. (Fandi, 2016)
KETEPATAN
ASUMSI
asumsi adalah peluang, artinya kita bisa banyak belajar tentang kesadaran, baik
itu bentuk bentuk kejiwaan ataupun cara pikir atau pemikiran yang berragam,
dengan tujuan memperkaya khazanah keilmuan dan kesadaran dalam diri kita. Hal
seperti ini sangat bertolak belakang dengan cara pandang benar-salah dan maksud
maksud dari ego ontologis, sebab, yang seperti ini adalah perjalanan kemakhluqan
kita. (Rohman, 2014)
Persyaratan yang harus dipenuhi
penerapan analisis jaringan kerja antara lain:
· Model harus lengkap. Analisis
jaringan kerja merupakan model yang kompleks yaitu mencakup informasi kegiatan,
informasi sumber daya yang dibangun dalam diagram jaringan kerja (network
diagram).
· Model harus cocok. Tentunya diagram
jaringan kerja proyek pelatihan guru berlaku untuk proyek itu sendiri, tidak
untuk proyek pembangunan jembatan.
· Asumsi yang dipakai tepat. Analisis
jaringan kerja harus menggunakan asumsi, karena ketepatan asumsi sangat
mempengaruhi keberhasilan analisis jaringan kerja.
· Sikap pelaksanaan
. Sikap pelaksanaan proyek diharapkan
dan tentunya dianggap menjadi pendukung penyelenggaraan proyek. Di dalam analisis
jaringan kerja juga memiliki tahapan di dalam penerapan analisis (Ahmad,
2013)






0 komentar:
Posting Komentar