
Jika dihadapkan pada
suatu proyek yang benar-benar merupakan lompatan solusi, coba
ajukan pertanyaan ini pada sejumlah orang: “Mengapa?” Mengapa proyek itu
digambarkan seperti ini? Apa masalah yang coba dipecahkan orang-orang? Pada
area mana kinerja tidak mencapai tujuan?
Jangan abaikan peringatan bahwa terkadang pertanyaan di atas dapat
berisiko, khususnya pada organisasi di mana data masih belum banyak berperan.
Manajer pendukung proyek mungkin bertanya-tanya apakah Anda meragukan
pengambilan keputusannya. Orang-orang mungkin menduga Anda sedang melakukan
penangguhan.
Untuk mengenali kebutuhan yang sebenarnya dengan mudah:
Susunlah dokumen mengenal
masalah atau peluang. Gambarkan kesenjangan antara tingkat kinerja sekarang dan di
mana Anda seharusnya berada. Susunlah daftar pengaruh atas celah ini, termasuk
dampaknya pada orang-orang di dalam dan di luar perusahaan. Deskripsikan risiko
pengabaian celah dan keuntungan dari menutupnya.
Bagi dokumen itu. Gunakan dokumentasi
itu sebagai dasar untuk berdiskusi dengan manajer fungsional yang mendukung
proyek. Tunjukkan dokumentasi itu sebagai interpretasi Anda akan keadaan
sekarang dan mintalah masukan serta penjelasan.
Dapatkan izin untuk berfokus
pada kebutuhan sebenarnya. Jika Anda terus melangkah tanpa persetujuan, kinerja Anda
mungkin akan memburuk karena Anda tidak mencapai tujuan proyek
semula. (Suherman, 2013
PANGSA PASAR PROYEK.
Pangsa pasar adalah (market segment) bagian
dari keseluruhan permintaan suatu barang yang mencerminkan golongan konsumen
menurut ciri khasnya, seperti dari tingkat pendapatan, umur, jenis kelamin,
pendidikan, dan juga status sosial. Market share ialah bagian pasar yang
dikuasai oleh suatu perusahaan dan seluruh potensi jual, biasanya dinyatakan
dalam persentase. Atau Pangsa pasar (market share) adalah persentase total dari
penjualan suatu perusahaan (dari seluruh sumber) dengan total penjualan jasa
ataupun produk dalam industri.
Pangsa pasar merupakan bagian
dari pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan. Pangsa pasar dapat menjadi salah
satu dari indikator meningkatnya kinerja pemasaran suatu perusahaan. Seperti
misalnya sebuah perusahaan pada tahun 2007 mempunyai target pangsa pasarnya
sebesar 13% dengan biaya promosi sebesar Rp. 35 juta untuk membantu mencapai
targetnya tersebut, lalu pangsa pasar yang dicapainya mencapai 14%, maka hal
tersebut menandakan kinerja dari perusahaan yang baik.
Jika pada tahun 2007 tersebut
pangsa pasar yang dicapainya hanya sebesar 12% saja, maka itu menunjukan
kinerja pemasaran yang kurang baik sebab perusahaan menghadapi masalah
efesiensi dan masalah efektivitas. Terdapat beberapa faktor yang dapat
ditelusuri dalam mengkaji masalah perusahaan yang tidak dapat mencapai target
pangsa pasarnya yaitu target pangsa pasar yang terlalu tinggi, munculnya
pesaing yang baru, menurunnya daya saing perusahaan, ataupun kegiatan promosi
yang tidak bisa mencapai sasaran.
FAKTOR
LINGKUNGAN EKSTERNAL.
1. Lingkungan
Eksternal Mikro
Lingkungan
eksternal mikro yaitu unsur-unsur yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan
organisasi. Komponen-komponen lingkungan ekstern mikro yang paling berpengaruh
dan
penting adalah :
·
Para pesaing yang harus dihadapi perusahaan
yang tercermin dari tipe, jumlah dan
·
norma-norma perilaku organisasi pesaing
·
Langganan yang harus dilayani. Strategi,
kebijakan dan taktik-taktik pemasaran
·
perusahaan sangat bergantung pada situasi
pasar dan langganan.
·
Lembaga-lembaga keuangan. Organisai perusahaan
tergantung pada bermacam-macam
·
lembaga
keuangan, seperti perbankan, perusahaan asuransi, dan perusahaan pembiayaan.
·
Pasar tenaga kerja. Organisasi memerlukan
sejumlah karyawan dengan bermacam-
·
Para penyedia barang atau suppliers. Setiap
organisasi perusahaan sangat tergantung pada sumber-sumber dari sumber
daya-sumber dayanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, bahan pembantu, dan
lain-lain.
·
Perwakilan-perwakilan pemerintah. Suatu
organisasi mesti tunduk dan mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh
perwakilan pemerintah.
Selain komponen tersebut
tentunya masing ada komponen-komponen lain yang berpengaruh langsung terhadap
kegiatan organisasi yang juga mesti diperhatikan, walaupun tingkat pengaruhnya
berbeda. Misalkan saluran distribusi yang digunakan, media, asosiasi-asosiasi
bisnis, kelompok-kelompok pecinta lingkungan, dan kelompok-kelompok politik
tertentu yang sebagian besar merupakan perwujudan potensi pengaruh lingkungan
ekstern makro.
2. Lingkungan
Ekternal Makro
Lingkungan
eksternal makro mempengaruhi organisasi dengan dua cara, yaitu :
·
Kekuatan-kekuatan di luar tersebut
mempengaruhi suatu organisasi secara langsung atau secara tidak langsung
melalui satu atau lebih unsur-unsur lingkungan eksternal mikro.
·
Unsur-unsur lingkungan makro menciptakan
iklim, di mana organisasi ada dan harus memberikan tanggapan. Misalnya
kecanggihan teknologi, keadaan perekonomian, dan perubahan-perubahan sosial.
Jadi pada garis besarnya,
lingkungan eksternal makro merupakan unsur-unsur yang tidak berpengaruh
langsung terhadap kegiatan organisasi, yang meliputi teknologi,
ekonomi, politik, dan sosial yang mempengaruhi iklim di mana organisasi
beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan
eksternal mikro.
Sumber: http://fandhijulianerfolg.blogspot.co.id/2016/08/kebutuhan-pelanggan.html
Sumber: http://fandhijulianerfolg.blogspot.co.id/2016/08/kebutuhan-pelanggan.html






0 komentar:
Posting Komentar