Jumat, 18 November 2016

Analisis Orjinalitas Proyek

Image result for orjinalitas proyek
Gagasan Orisinil dan Terintegrasi
Gagasan (pikiran) adalah sesuatu (hasil pemikiran, usulan, keinginan, harapan) yang akan disampaikan penulis kepada pembaca atau pendengarnya. (Riadi, 2004) Orisinil adalah aspek atau karya yang diciptakan sebagai hasil karya atau aspek yang baru dan dapat dibedakan dari reproduksi, pemalsuan atau pencurian. (bundatheresa, 2009) terintegrasi adalah pendekatan yang bertujuan untuk menjadi pembelajaran lebih menyeluruh dan berdasarkan pada paradigm pembelajaran yang holistic. (SARASVATI, 2014)

Otonomi Tim Kerja
Adalah salah satu bentuk desentralisasi pemerintahan yang pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi kepentingan bangsa secara menyeluruh, yaitu upaya yang lebih mendekatkan tujuan-tujuan penyelenggaraan pemerintahan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat yang lebih adil dan makmur. (Pakar, 2016) Merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai  misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. (Boreksamson-laskarpelangi, 2013)

Investigasi Kelompok Secara Kolaboratif
Investigasi Kelompok adalah strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topic. (Nisa, 2011) Kolaboratif adalah suatu folosofi interaksi dan gaya hidup personal di mana individual bertanggungjawab terhadap tindakan mereka, meliputi belajar dan respek kemampuan dan kontribusi rekan-rakan mereka. (Jacob, 2014)
Share:

Analisis Rancangan Kerja Proyek

Image result for rancangan kerja proyek

MODEL LENGKAP DAN COCOK
Langkah Menyusun Rancangan Proyek
·        Rencanakan sebuah pekerjaan dengan pertimbangan yang logis. Penyusunan sebuah skema yang efektif untuk sebuah proyek mungkin terlihat sebagai sebuah pekerjaan yang berat. Pada prakteknya, penyusunan skema proyek ini sebenarnya adalah sebuah prosedur yang sangat penting.
·     Siapkan sebuah daftar untuk pemeriksaan hasil kerja. Meskipun masing-masing direktur mungkin mempunyai pendekatan dan cara pemantauan proyek yang berbeda-beda, beberapa jenis industri, perusahaan, dan bisnis biasanya menggunakan daftar pemeriksaan sebagai landasan awal untuk menyusun rencana kerja bagi proyek mereka.
·         Susunlah rencana secara rinci. Penyusunan rencana proyek yang baik dapat dilakukan dengan menentukan apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.
·      Lakukanlah analisis risiko. Rancangan sebuah proyek yang efisien membutuhkan sebuah analisis atas risiko yang mungkin timbul. Setiap faktor risiko harus diperhitungkan/dianalisis
·       Lakukanlah penyesuaian selama proyek berjalan. Setelah rencana proyek disusun, lakukan peninjuauan dan penyesuaian yang dibutuhkan sampai rencana ini dipastikan bisa terlaksana dan mencapai hasil yang diinginkan.
·           Siapkan sebuah jadwal kerja dalam format yang jelas yang mampu memberikan target waktu dari seluruh pekerjaan.
·           Buatlah kesepakatan terlebih dahulu
·           Lakukan pemeriksaan ulang atas finalisasi rencana proyek. (Fandi, 2016)


KETEPATAN ASUMSI
                asumsi adalah peluang, artinya kita bisa banyak belajar tentang kesadaran, baik itu bentuk bentuk kejiwaan ataupun cara pikir atau pemikiran yang berragam, dengan tujuan memperkaya khazanah keilmuan dan kesadaran dalam diri kita. Hal seperti ini sangat bertolak belakang dengan cara pandang benar-salah dan maksud maksud dari ego ontologis, sebab, yang seperti ini adalah perjalanan kemakhluqan kita. (Rohman, 2014)

Persyaratan yang harus dipenuhi penerapan analisis jaringan kerja antara lain:
·     Model harus lengkap. Analisis jaringan kerja merupakan model yang kompleks yaitu mencakup informasi kegiatan, informasi sumber daya yang dibangun dalam diagram jaringan kerja (network diagram).
·      Model harus cocok. Tentunya diagram jaringan kerja proyek pelatihan guru berlaku untuk proyek itu sendiri, tidak untuk proyek pembangunan jembatan.
·      Asumsi yang dipakai tepat. Analisis jaringan kerja harus menggunakan asumsi, karena ketepatan asumsi sangat mempengaruhi keberhasilan analisis jaringan kerja.

·  Sikap pelaksanaan
 . Sikap pelaksanaan proyek diharapkan dan tentunya dianggap menjadi pendukung penyelenggaraan proyek. Di dalam analisis jaringan kerja juga memiliki tahapan di dalam penerapan analisis (Ahmad, 2013)







Share:

Analisis Topik Proyek

  Image result for analisis topik
A.Manageble Topic (Topik terjangkau)

Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:
a. Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan? b. Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?
c. Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?
d. Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut? Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.. (Rohman, 2011)
 
 
B.Obtainable Data (Data mudah diperoleh)

Setiap penelitian memiliki topic atau pokok masalah tertentu.Tiga kriteria yang perlu dipenuhi untuk mengangkat suatu topik menjadi suatu masalah penelitian yaitu manageable topic, significant topic, dan interesting topic. Suatu masalah memenuhi kriteria manageable topic apabila :
1.      Masalah atau topik itu dikuasai oleh peneliti. Peneliti memiliki latar belakang pengetahuan atau
         kecakapan yang cukup untuk memecahkan masalah itu.
2.      Untuk memecahkan masalah itu ada waktu dan biaya yang cukup.
3.      Ada konsultan untuk memecahkan masalah itu.
4.      Ada pihak yang dapat diajak bekerjasama untuk meneliti masalah itu. (Dani, 2013)


C. Significancy of Topic (Penting untuk dikerjakan)

Suatu penelitian ilmiah tentu berawal dari pemilihan topik yang akan diteliti. Dalam bidang sejarah, topik penelitian harus memenuhi beberapa persyaratan.
a) Topik itu harus menarik (interesting topic), dalam arti menarik sebagai obyek penelitian. Dalam hal ini
     termasuk adanya keunikan (uniqueness topic).
b) Substansi masalah dalam topik harus memiliki arti penting (significant topic), baik bagi ilmu pengetahuan
     maupun bagi kegunaan tertentu.
c) Masalah yang tercakup dalam topik memungkinkan untuk diteliti (manageable topic). Persyaratan ini
     berkaitan dengan sumber, yaitu sumber-sumbernya dapat diperoleh.
Meskipun topik sangat menarik dan memiliki arti penting, namun bila sumber-sumbernya, khususnya sumber utama tidak diperoleh, masalah dalam topik tidak akan dapat diteliti. Oleh karena itu calon peneliti harus memiliki wawasan luas mengenai sumber, khususnya sumber tertulis. (Pradinata, 2013).


D. Interested Topic (menarik untuk diteliti)
 
Masalah adalah kata yang sering kita dengar dikehidupan sehari-hari, tak ada seorangpun yang tak luput dari masalah baik masalah yang sifatnya ringan ataupun masalah yang sifatnya berat. Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik. (Burhaniddin, 2013)
1.Apakah topik tersebut secara  pribadi menarik minat dan semangat peneliti
2.Apakah topik tersebut dapat menimbulkan rasa ingin tahu (curiousity) secara ilmiah
3.Apakah menarik untuk dapat  mengarahkan pada kebenaran ilmiah 


Share:

Jumat, 21 Oktober 2016

Cara Setting Firewall di Ubuntu

 

Image result for ubuntu 

       Firewall dalam dunia jaringan adalah sebuah perangkat baik itu perangkat lunak ataupun perangkat keras atau gabungan dari keduanya, yang berfungsi untuk membatasi, mengatur, dan menginspeksi lalu lintas antar jaringan. Firewall akan mengijinkan lalu lintas mana yang dianggap aman dan melarang lalu lintas yang tidak dianggap aman. Biasanya Firewall akan diletakkan sebagai sebuah mesin  gateway  pembatas  antara  jaringan  lokal  dengan  jaringan  internet  yang  bertujuan  untuk melindungi jaringan lokal dari serangan-serangan pihak luar.

Dalam  dunia  jaringan,  Firewall  merupakan  komponen  yang  sangat  penting  sekali  untukmeningkatkan keamanan. Firewall akan membatasi akses-akses dari ip atau port-port yang dianggap berbahaya  untuk  meminimalisir  resiko  serangan  yang  mungkin  terjadi.  Ibarat  sebuah  rumah,Firewall ini adalah seorang satpam yang siap siaga memeriksa semua orang orang yang ingin masuk atau keluar dari rumah tersebut. Apabila orang tersebut sudah memiliki ijin yang telah dipercaya maka ia akan diperbolehkan masuk, dan apabila ia tidak memiliki ijin maka akan langsung ditolak oleh si satpam. Yah, kira-kira seperti itulah.


Langkah Kerja

  • 1.       Memblok Paket yang datang dari sebuah IP


root@darma:#iptables –l INPUT –s 192.16830.2 –j REJECT


Peritah di atas digunakan untuk memblok paket dari IP 192.168.1.1. Ada 2 opsi yang digunakan sebenarnya yaitu DROP dan REJECT. Perintah REJECT digunakan untuk memblok paket namun akan memberitahukan bahwa paket tersebut ditolak. Sedangkan perintah DROP digunakan untuk memblok paket namun tidak diberitahu apakah paket tersebut ditolak atau diterima.
Hasilnya


  • 2.       Memblok paket yang keluar dari sebuah IP


root@darma:#iptables –A OUTPUT –d 192.168.30.2 –j DROP


 


Hasilnya



  • 3.     Menutup Port


Perintah untuk memblok port 22 yang biasa digunakan untuk ssh:
root@darma:# iptables -A INPUT -p tcp  --dport 22 -j REJECT


hasilnya


  • 4.      Menghapus IP Tables



Menghapus iptables pada tabel input di baris ke 3 (sesuaikan baris input dengan mengetikkan perintah iptables –L, lihat IP yang digunakan pada INPUT, hitung pada baris berapa IP tersebut)




root@darma:#  iptables -D INPUT 1

Hasilnya

Menghapus seluruh IPTables

root@darma:# iptables –F

  • 5.      Menyimpan Konfigurasi firewall


root@darma:#iptables-save > /etc/iptables


Hasilnya perintah iptables yang baru saja disimpan telah ada

  • 6.      Routing NAT


root@darma:#iptables -t NAT -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.1.0/24 -j MASQUERADE


  • 7.      Membelokkan  semua  akses  dari client  yang  menuju  port  80  (http)  menuju  port  squid  (3128)


root@darma:#Iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –i eth1 –s 192.168.30.0/24 –dport 80 –j REDIRECT –to-port 3128

 


Share:

WHanifan.com

Diberdayakan oleh Blogger.